Beng philosophical about friendster

hari ini ngelliat message yg dikirim sama Stephanie di friendster. and somehow i got sucked into ngeliat page2 friendster-nya temen2 gw, and i was amazed karena jumlah temen2 mereka udah mencapai angka 3 digit and kebanyakan dimulai dengan angka 2 ataw 3, bahkan ada yg 4. and gw masih stuck dgn kepala 1. would this bother me ya? and so gw liat2 page mereka, ngeliat friends mereka, and gw mulai menemukan tokoh2 orang2 dari masa lalu gw.. masa lalu gw dimana gw masih dikenal dengan nama Dewi, anehnya seraya gw ngeliat foto2 mereka, bulu kuduk gw mulai berdiri. ada some of them yg gw merasa ngeri, ada yg pada saat gw ngeliat foto mereka, mulai ke-flash di pikiran gw memories yg gw share sama mereka. but somehow, in my mind, the "Friendship" part of my life started just started breathing life pada saat gw nyampe di beijing ini. but, gw gak akan lupain salah satupun dari temen2 lama gw, karena mereka udah mengukir suatu sejarah di dalam otak gw, and i still have an impression about them in my heart. jakarta is my past, but beijing is my present. 

i have to get this out in writing, wonder if it looks better written than terucap di otak gw:

mengapa gw merasa kehilangan banget dengan kepergian angkatan anak2 beijing yang sekarang? karena gw kehilangan koko-koko dan cici-cici. it’s so nice being yg kecil di dalam pergaulan sama mereka, karena selaen gw bisa maen, gw merasa dijagain sama mereka, karena gw ade kecil mereka. and now that they’re gone, it’s time for me to step up to the plate and be a cici for other people, orang2 baru yang akan dateng ke beijing. are you ready, hana. you have to grow up, you’re a big girl now. brothers and sisters, i miss you. i expect to hear great things from you. GBU!!

Dsc01190_1

Leave a Reply